Selasa, 02 Juli 2019

TUGAS PENGGANTI QUIS UAS

 

Troubleshooting


       Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan, dan proses penghilangan peyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan. Dalam dunia komputer, segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer di sebut Troubleshooting. Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya dilakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang terhubung dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahanya cukup rumit, sebaiknya install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software. 

       Troubleshooting adalah sebuah istilah dalam bahasa inggris, yang merujuk kepada sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Troubleshooting, kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah, dan juga proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang komputer,
administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan.

Berukut Contoh Tools Troubleshooting dan penjelasannya

  • Process Explorer
Process Explorer itu berfungsi seperti sebuah TaskManager di Windows, namun jauh lebih canggih dan komplit. Tool ini wajib untuk diinstal di tiap komputer agar kita mendapatkan fungsi lebih dibanding hanya mengandalkan TaskManager bawaan Windows itu sendiri.
  • System Information for Windows
Ingin tahu hardware apa saja yang terinstal lengkap dengan keterangan-keterangannya atau semua informasi tentang sistem informasi yang terinstal di komputer kita?  Tool ini dapat kita andalkan untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut, karena rasanya akan sulit untuk mengatasi troubleshooting tanpa tahu apa yang sedang kita gunakan.
  • BlueScreenView
Meskipun masalah Blue Screen of Death akhir-akhir ini akan jarang kita temui, tapi jika sudah muncul masalah BSoD bisa dipastikan kita akan susah payah mengatasinya. BlueScreenView akan memudahkan kita mendokumentasikan BSoD, sehingga nantinya dapat mempermudah dalam membantu mengetahui penyebab BSoD itu ada dimana. 
  • Autoruns
Jika Startup Windows terasa lama, maka boleh jadi ada program-program tertentu yang berjalan di startup dan mengakibatkan Windows menjadi lambat. Benahi masalah tersebut dengan tool ini.
  • WinDirStat
Suatu hari kita bingung karena space/ruang di hard disk tiba-tiba hilang dan bingung harus mencarinya kemana. Tool WinDirStat akan membantu kita dalam mengatasi masalah seperti itu dengan memberikan informasi tentang penggunaan hard disk, lengkap sampai kepada folder atau file-file dengan tampilan yang mudah.
  • Unlocker dan OpenedFilesView
Untuk dua tool selanjutnya berfungsi seperti dalam skenario berikut: sebuah file yang tidak bisa kita hapus karena katanya “sedang digunakan”. Untuk Windows Vista dan Windows 7 memang lebih baik dalam memberitahukan kepada user, program mana yang sedang menggunakan file yang kita hendak hapus tersebut tapi dalam beberapa kasus kedua versi Windows ini pun dapat mengalami skenario yang sama. Jika kita menemui skenario seperti itu maka gunakan kedua tool ini.


Tool ini dapat membantu dalam troubleshooting LAN, terutama pada WAN. Kita akan lihat perintah yang tersedia pada sebagian besar software client. Perintah ini meliputi :


  • PING
Perintah PING memverivikasi koneksi ke komputer lain dengan mengirim pesan Internet Control Manager Protocol (ICMP) Echo Request. Tanda terima berupa pesan echo reply akan ditampilkan, bersama dengan waktu pulang pergi. Ping merupakan perintah utama TCP/IP yang digunakan untuk men-troubleshoot konektivitas, jangkauan dan revolusi nama. Syntax ping adalah ping [t] [a] [-n count] [-| Size] [-f] [-i TTL] [-v TOS] [-r Count] [-s count] [{-j hostlist | -k Hostlist}] [-w timeout] [Target Name] 
  • Tracert (Traceroute)
Perintah tracer menunjukan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuanya ini dilakukan dengan mengirim pesan  ICMP Echo Request dengan tujuan nilai time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur anatara host dan tujuan. Syntax tracert adalah ‘ [-d] [-h MaximumHops] [-j HostList] [-w Timeout] [TargetName]’ 
  • Telnet
Telnet client dan internet server bekerja sama supaya user dapat berkomunikasi dengan komputer remote. Telnet client memungkinkan user untuk menghubungi komputer remote dan berinteraksi dengan komputer tersebut melalui jendela terminal. Telnet server menjalankan aplikasi pada komputer tersebut. telnet server berfungsi sebagai gateway yang digunakan telnet client untuk berkomunikasi. telnet cocok untuk testing login ke remote host syntax telnet adalah ‘ Telnet [\\Remote Server] ‘
  • Netstat
Perintah restart menampilkan koneksi TCP/IP yang aktif, port yang didengarkan komputer, static, ethernet, tabel routing IP, static IPv4 (protocol IP, ICMP, TCP dan UDP) dan static Ipv6 ( protocol Ipv6, ICMPv6, TCP over IPv6, dan UDP over IPv6). Syntax netstat adalah ‘netstat [-a] [-e] [-n] [-o] [-p protocol] [-r] [-s] [Interval]
  • ARP
Perintah ARP menampilkan dan mengubah entri pada cache addreass resolution protocol (ARP) yang derisi satu atau beberapa tabel yang digunakan untuk menyimpan alamat IP dan alamat fisik ethernet dan token ring dari alamat IP yang bersangkutan Masing-masing kartu jaringan ethernet atau token ring yang terinstalasi pada komputer yang mempunyai tabel terpisah syntax ARP adalah ‘arp [-a[InetAddr] [-NifaceAddre]] –gInetAddr]{-nIfaceAddr]][id inetAdrr][Iface InetAdrr]
  • IP config 
Ipconfig menampilkan semua kjonfigurasi jaringan TCP/IP dan memperbarui setting dynamic Host configuration protocol (DHCP) dan domain name server(DNS) digunakan tanpa parameter yang ip config menampilkan alamat IP, subnetmask, dan gateway default untuk semua kartu jaringan Ipconfig merupakan comand line yang ekivalen dengan winiocfg x9 terdapat pada windows milenium edition, windows 98 dan 95. Meskipun windows XP tidak menyertakan utility grafis yang ekivalen dengan winipcfg, anda bisa menggunakan network conection untuk melihat dan memperbaharui alamat IP 

Sabtu, 13 April 2019

RAPID PVST (RPVST)

Pada kesempatan kali ini kita akan membuat Rapid PVST (RPST) dengan Cisco Packet Tracer
RPVST sendiri merupakan gabungan dari VLAN Trunking Protokol (VTP) dan Spanning Tree Protocol (STP)
Untuk pembuatan RPVST dengan Cisco Packet Tracer bisa mengikuti langkah berikut
Langkah perama adalah dengan membuat skema seperti pada gambar berikut




KONFIGURASI SWITCH 1
S1>ena
S1#configure terminal
S1(config)#enable password cisco
S1(config)#line consol 0
S1(config-line)#password cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#line vty 0 4
S1(config-line)#password cisco
S1(config-line)#login
Membuat VLAN
S1(config-line)#vlan 10
S1(config-vlan)#vlan 20
S1(config-vlan)#vlan 30
S1(config-vlan)#vlan 40
S1(config-vlan)#vlan 50
S1(config-vlan)#vlan 60
S1(config-vlan)#vlan 70
S1(config-vlan)#vlan 80
S1(config-vlan)#vlan 99
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#interface fastEthernet 0/13
S1(config-if)#switchport mode access
S1(config-if)#switchport access vlan 30
S1(config-if)#no shutdown
S1(config)#interface fastEthernet 0/14
S1(config-if)#switchport mode access
S1(config-if)#switchport access vlan 20
S1(config-if)#no shutdown
S1(config)#do show vlan brief
Trunking
S1(config)#int range fa0/1-4
S1(config-if-range)#switchport mode trunk
S1(config-if-range)#switchport native vlan 99
S1(config-if-range)#no shutdown
S1(config-if-range)#exit
S1(config)#interface vlan 99
S1(config-if)#ip address 172.31.99.1 255.255.255.0
S1(config-if)#no shutdown
Konfigurasi Spanning Tree PVST+ dan Load Balancing
S1(config)#spanning-tree mode pvst
S1(config)#spanning-tree vlan 1,10,30,50,70 root primary
S1(config)#end
S1#show spanning-tree
Konfigurasi PortFast dan BPDU Guard
S1(config)#interface fastEthernet 0/13
S1(config-if)#spanning-tree portfast
S1(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S1(config-if)#no shutdown
S1(config-if)#exit
S1(config)#interface fastEthernet 0/14
S1(config-if)#spanning-tree portfast
S1(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S1(config-if)#no shutdown
KONFIGURASI SWITCH 2
S2>enable
S2#configure terminal
S2(config)#enable password cisco
S2(config)#line consol 0
S2(config-line)#password cisco
S2(config-line)#login
S2(config-line)#line vty 0 4
S2(config-line)#password cisco
S2(config-line)#login
Membuat VLAN
S2(config-line)#vlan 10
S2(config-vlan)#vlan 20
S2(config-vlan)#vlan 30
S2(config-vlan)#vlan 40
S2(config-vlan)#vlan 50
S2(config-vlan)#vlan 60
S2(config-vlan)#vlan 70
S2(config-vlan)#vlan 80
S2(config-vlan)#vlan 99
S2(config-vlan)#exit
S2(config-if)#interface fastEthernet 0/12
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 20
S2(config-if)#no shutdown
S2(config-if)#interface fastEthernet 0/11
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 10
S2(config-if)#no shutdown
S2(config-if)#end
S2#show vlan brief
Trunking
S2(config-if-range)#interface range fastEthernet 0/1-4
S2(config-if-range)#switchport mode trunk
S2(config-if-range)#switchport native vlan 99
S2(config-if-range)#exit
S2(config-if)#interface vlan 99
S2(config-if)#ip address 172.31.99.2 255.255.255.0
S2(config-if)#no shutdown
Konfigurasi Spanning Tree PVST+ dan Load Balancing
S2(config)#spanning-tree mode pvst
S2(config)#spanning-tree vlan 1,10,20,30,40,50,60,70,80,99 root secondary
S2(config)#end
S2#show spanning-tree
Konfigurasi PortFast dan BPDU Guard
S2(config)#interface fastEthernet 0/12
S2(config-if)#spanning-tree portfast
S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S2(config-if)#no shutdown
S2(config-if)#exit
S2(config)#interface fastEthernet 0/11
S2(config-if)#spanning-tree portfast
S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S2(config-if)#no shutdown
S2(config-if)#exit
S2#show running-config
KONFIGURASI SWITCH 3
S3>enable
S3#conf terminal
S3(config)#enable password cisco
S3(config)#line consol 0
S3(config-line)#password cisco
S3(config-line)#login
S3(config-line)#line vty 0 4
S3(config-line)#password cisco
S3(config-line)#login
Membuat VLAN
S3(config-line)#vlan 10
S3(config-vlan)#vlan 20
S3(config-vlan)#vlan 30
S3(config-vlan)#vlan 40
S3(config-vlan)#vlan 50
S3(config-vlan)#vlan 60
S3(config-vlan)#vlan 70
S3(config-vlan)#vlan 80
S3(config-vlan)#vlan 99
S3(config-vlan)#exit
S3(config)#interface fastEthernet 0/11
S3(config-if)#switchport mode access
S3(config-if)#switchport access vlan 10
S3(config-if)#no shutdown
S3(config)#interface fastEthernet 0/10
S3(config-if)#switchport mode access
S3(config-if)#switchport access vlan 30
S3(config-if)#no shutdown
S3(config-if)#end
S3#show vlan brief
Trunking
S3#configure terminal
S3(config)#interface range fastEthernet 0/1-4
S3(config-if-range)#switchport mode trunk
S3(config-if-range)#switchport native vlan 99
S3(config-if-range)#exit
S3(config)#interface vlan 99
S3(config-if)#ip address 172.31.99.3 255.255.255.0
S3(config-if)#no shutdown
S3(config-if)#exit
Konfigurasi Spanning Tree PVST+ dan Load Balancing
S3(config)#spanning-tree mode pvst
S3(config)#spanning-tree vlan 20,40,60,80 root primary
S3(config)#end
S3#show spanning-tree
Konfigurasi PortFast dan BPDU Guard
S3(config)#interface fastEthernet 0/11
S3(config-if)#spanning-tree portfast
S3(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S3(config-if)#no shutdown
S3(config)#interface fastEthernet 0/10
S3(config-if)#spanning-tree portfast
S3(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S3(config-if)#no shutdown
S3(config-if)#exit
S3#show running-config
Tahap terakhir adalah pemberian IP pada PC
PC0
IP            172.31.10.21
SUB        255.255.255.0
GAT       172.31.10.254
PC1
IP            172.31.20.22
SUB        255.255.255.0
GAT       172.31.20.254
PC2
IP            172.31.30.22
SUB        255.255.255.0
GAT       172.31.30.254
PC3
IP            172.31.30.24
SUB        255.255.255.0
GAT       172.31.30.254
PC4
IP            172.31.10.23
SUB        255.255.255.0
GAT       172.31.10.254
PC5
IP            172.31.20.23
SUB        255.255.255.0
GAT       172.31.20.254
Pastikan semua jalur sudah berwarna hijau dan dapat terhubung antar VLAN yang sama seperti pada gambar di awal.
Cukup sekian dari saya, Terimakasih.. ^-^



Jumat, 29 Maret 2019

Konfigurasi Legacy inter-VLAN Routing


     Legacy inter-VLAN Routing menggunakan interfaces fisik yang memiliki batasan penting. Router memiliki nomor batas interfaces fisik untuk terhubung ke VLANs berbeda. Seperti beberapa VLANs meningkat dalam jaringan, memiliki satu router fisik setiap VLAN sangat cepat menhabiskan kapasitas interface fisik pada router.
     Jalan keluar dalam jaringan yang besar adalah menggunakan VLAN trunking dan subinterfaces. Vlan trunking membolehkan satu router fisik interface ke lintas rute untuk banyak VLANs. Cara ini disebut router-on-a-stick dan menggunakan virtual subinterfaces pada router untuk mengatasi batasan perangkat keras yang didasarkan pada router fisik interfaces.
     Secara fungsi, model router-on-a-stick sama penggunaannya dengan model legacy inter-VLAN routing, tapi dibandingkan menggunakan interfaces fisik untuk menjalankan routing, subinterfaces satu interface fisik yang digunakan.
     Menggunakan trunk link dan subinterfaces menurunkan penggunaan jumlah port router dan switch. Tidak hanya bisa menghemat uang, juga bisa mengurangi rumitnya konfigurasi. Karena itu, router subinterfaces pendekatan bisa diskala ke jumlah yang lebih besar VLANs daripada konfigurasi dengan satu interfaces fisik setiap disain VLAN.
Konfigurasi Legacy Inter-VLAN Routing pada Packet Tracer Cisco:


1. Buatlah skema jaringan, contohnya seperti yang di bawah.
   





2. Lakukan konfigurasi pada Router.
   




3. Lakukan konfigurasi pada Switch


4. Lakukan konfigurasi pada PC0

  

5. Lakukan konfigurasi pada PC1


Jumat, 22 Maret 2019

PERBEDAAN MODEL DAN KEAMANAN JARINGAN WPA, WPA2 , WEP, HOTSPOT LOGIN ,KEAMANAN MAC ADDRESS FILTERING

  • WPA ( Wi-Fi Protected Access)

WPA (Wi-Fi Protected Access) adalah suatu sistem yang juga dapat diterapkan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metoda pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari sistem yamg sebelumnya, yaitu WEP. Para peneliti menemukan banyak celah dan kelemahan pada infrastruktur nirkabel yang menggunakan metoda pengamanan WEP. Sebagai pengganti dari sistem WEP, WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan pada implementasi keamanan jaringan nirkabel. WPA didesain dan digunakan dengan alat tambahan lainnya, yaitu sebuah komputer pribadi (PC).
Fungsi dari komputer pribadi ini kemudian dikenal dengan istilah authentication server, yang memberikan key yang berbeda kepada masing–masing pengguna/client dari suatu jaringan nirkabel yang menggunakan akses point sebagai media sentral komunikasi. Seperti dengan jaringan WEP, metoda enkripsi dari WPA ini juga menggunakan algoritma RC4.
Pengamanan jaringan nirkabel dengan metoda WPA ini, dapat ditandai dengan minimal ada tiga pilihan yang harus diisi administrator jaringan agar jaringan dapat beroperasi pada mode WPA ini. Ketiga menu yang harus diisi tersebut adalah:
  • Server
    • Komputer server yang dituju oleh akses point yang akan memberi otontikasi kepada client. beberapa perangkat lunak yang biasa digunakan antara lain freeRADIUS, openRADIUS dan lain-lain.
  • Port
    • Nomor port yang digunakan adalah 1812.
  • Shared Secret
    • Shared Secret adalah kunci yang akan dibagikan ke komputer dan juga kepada client secara transparant.
Setelah komputer diinstall perangkat lunak otontikasi seperti freeRADIUS, maka sertifikat yang dari server akan dibagikan kepada client.
Untuk menggunakan Radius server bisa juga dengan tanpa menginstall perangkat lunak di sisi komputer client. Cara yang digunakan adalah Web Authentication dimana User akan diarahkan ke halaman Login terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan Jaringan Wireless. Dan Server yang menangani autentikasi adalah Radius server

  • WPA2

WPA2 adalah sertifikasi produk yang tersedia melalui Wi-Fi Alliance. WPA2 Sertifikasi hanya menyatakan bahwa peralatan nirkabel yang kompatibel dengan standar IEEE 802.11i. WPA2 sertifikasi produk yang secara resmi menggantikan wired equivalent privacy (WEP) dan fitur keamanan lain yang asli standar IEEE 802.11. WPA2 tujuan dari sertifikasi adalah untuk mendukung wajib tambahan fitur keamanan standar IEEE 802.11i yang tidak sudah termasuk untuk produk-produk yang mendukung WPA.
Update WPA2/WPS IE yang mendukung WPA2 fitur berikut:
* WPA2 Enterprise IEEE 802.1X menggunakan otentikasi dan WPA2 Personal menggunakan tombol preshared (PSK)


  • WEP (Wired Equivalent Privacy)


WEP adalah suatu metode pengamanan jaringan nirkabel, merupakan standar keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wirelessEnkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke klien maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

WEP terdiri dari dua tingkatan yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.

WEP merupakan sistem keamanan yang lemah. Namun WEP dipilih karena telah memenuhi standar dari 802.11 yakni :

  1. Exportable
  2. Reasonably strong
  3. Self-Synchronizing
  4. Computationally Efficient
  5. Optional

Fungsi WEP
WEP ini dapat digunakan untuk verifikasi identitas pada authenticating station. WEP juga dapat digunakan untuk data encryption.

  • Pengertian Hotspot Wireless Local Area Network

Pengertian Hotspot adalah lokasi fisik dimana orang dapat mendapatkan akses Internet, biasanya menggunakan teknologi Wi-Fi, melalui jaringan area lokal nirkabel (Wireless Local Area Network, disingkat WLAN) menggunakan router yang terhubung ke penyedia layanan internet (Internet Service Provider, disingkat ISP).
Hotspot biasanya ditemukan di bandara, toko buku, cafe, mall, hotel, rumah sakit, perpustakaan, restoran, supermarket, stasiun kereta api, dan tempat umum lainnya. Selain itu, banyak juga sekolah dan universitas yang menyediakan fasilitas hotspot untuk siswa/mahasiswa mereka.
Banyak hotel di seluruh dunia termasuk di Indonesia menyediakan fasilitas hotspot untuk tamu mereka, atau cafe yang menyediakan hotspot sebagai layanan tambahan untuk kenyamanan pelanggan mereka, atau perusahaan yang menyediakan hotspot di area tertentu untuk tujuan komersial, misalnya saja Wifi.id milik telkom.


  •  MAC-Address Filtering

MAC-address filtering (alias link-layer filtering) adalah fitur untuk alamat IPv4 yang memungkinkan Anda untuk memasukkan atau mengeluarkan komputer dan perangkat berdasarkan alamat MAC mereka.Bila Anda mengkonfigurasi alamat MAC filtering, Anda dapat menentukan jenis hardware yang dibebaskan dari penyaringan. Secara default, semua jenis perangkat keras didefinisikan dalam RFC 1700 dibebaskan dari penyaringan.Untuk mengubah jenis perangkat keras pengecualian, ikuti langkah berikut:
 
  1. Pada konsol DHCP, klik kanan node IPv4, dan kemudian klik Properti.
  2.  Pada tab Filter, klik Advanced. Dalam lanjutan Filter kotak dialog Properties, pilih kotak centang untuk jenis hardware untuk dibebaskan dari penyaringan. Kosongkan kotak centang untuk jenis perangkat keras untuk menyaring.
  3.  Klik OK untuk menyimpan perubahan.